Showing posts with label fisika. Show all posts
Showing posts with label fisika. Show all posts
Efek Doppler
Efek Doppler
2015-06-28T23:56:00-07:00
muhammad
fisika
|
Comments
Efek Doppler adalah sebuah peristiwa jika ada sebuah sumber bunyi dan pendengar yang bergerak relative satu sama lain (menjauhi atau mendekati) maka frekuensi yang didengar oleh pendengar tidak sama dengan frekuensi yang dipancarkan oleh sumber bunyi. Efek Doppler, dinamakan mengikuti tokoh fisika, Christian Andreas Doppler.
Energi Potensial Gravitasi
6 comments
Energi potensial gravitasi adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena pengaruh tempatnya (kedudukannya). Energi potensial ini juga disebut energi diam, karena benda yang diam pun dapat memiliki energi potensial.
Sebuah benda bermassa m digantung seperti di bawah ini.
Jika tiba-tiba tali penggantungnya putus, benda akan jatuh, sehingga dapat dikatakan benda melakukan usaha, karena adanya gaya berat (w) yang bekerja sejauh jarak tertentu, misalnya h. Besarnya energi potensial benda sama dengan usaha yang sanggup dilakukan gaya beratnya selama jatuh menempuh jarak h.
Ep = w.h = m.g.h
Dengan:
Ep = Energi potensial (joule)
w = berat benda (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s^2)
h = tinggi benda (m)
Energi potensial gravitasi tergantung dari : percepatan gravitasi bumi dan kedudukan benda , massa benda
Sumber: Fisika 1 Endarko, dkk.; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008
Sebuah benda bermassa m digantung seperti di bawah ini.
![]() |
| Energi Potensial Gravitasi |
Jika tiba-tiba tali penggantungnya putus, benda akan jatuh, sehingga dapat dikatakan benda melakukan usaha, karena adanya gaya berat (w) yang bekerja sejauh jarak tertentu, misalnya h. Besarnya energi potensial benda sama dengan usaha yang sanggup dilakukan gaya beratnya selama jatuh menempuh jarak h.
Ep = w.h = m.g.h
Dengan:
Ep = Energi potensial (joule)
w = berat benda (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s^2)
h = tinggi benda (m)
Energi potensial gravitasi tergantung dari : percepatan gravitasi bumi dan kedudukan benda , massa benda
Sumber: Fisika 1 Endarko, dkk.; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008
Energi Kinetik
Energi Kinetik
2011-06-26T02:52:00-07:00
muhammad
fisika
|
Comments
Energi kinetik merupakan energi dari suatu benda yang didasarkan pada pergerakan serta massanya. Semakin cepat benda bergerak, maka semakin besar energi kinetik yang dimilikinya. Persamaan matematis energi kinetik yang berlaku untuk menentukan tenaga gerak benda baku seperti kertas, mobil atau benda langit adalah:
Ek = ½mv^2
Ek = energi kinetik untuk benda
m = massa benda
v = kecepatan benda
Sebagai contoh, sebuah bus yang bermassa m mula-mula dalam keadaan diam, karena dipengaruhi gaya konstan F, bus bergerak dipercepat beraturan dengan kecepatan v hingga berpindah sejauh s. Hal ini menunjukkan bahwa mesin bus telah menyebabkan perubahan energi kinetik pada bus tersebut.
Energi kinetik untuk titik partikel seperti atom dan molekul memiliki persamaan sebagai berikut:
Ek = ½*3kT
Ek = energi kinetik untuk atom atau molekul (Joule)
k = 1.38*10-23 J / K
T = suhu gas (Kelvin)
Contoh Soal:
Sebuah benda bermassa 4 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan percepatan 3 m/s2. Berapakah usaha yang diubah menjadi energi kinetik setelah 2 sekon?
Penyelesaian:
Diketahui:
m = 4 kg
a = 3 m/s^2
v0 = 0
t = 2 s
Ditanya:
W = ... ?
Jawab:
v = v0 + a.t = 0 + (3)(2) = 6 m/s
W = ∆Ek
= Ek – Ek0 = ½mv^2 - ½mv0^2
= ½ * (4 kg) * (6 m/s)^2 - 0
= 72 J
Sumber:
1. Fisika XI. Bambang Haryadi; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
2. AstronomyOnline.org, Kinetic Energy (Physic) Formulas, (http://astronomyonline.org/Science/KineticEnergy.asp).
http://dl.dropbox.com/u/21082706/energi%20kinetik.rtf
Ek = ½mv^2
Ek = energi kinetik untuk benda
m = massa benda
v = kecepatan benda
Sebagai contoh, sebuah bus yang bermassa m mula-mula dalam keadaan diam, karena dipengaruhi gaya konstan F, bus bergerak dipercepat beraturan dengan kecepatan v hingga berpindah sejauh s. Hal ini menunjukkan bahwa mesin bus telah menyebabkan perubahan energi kinetik pada bus tersebut.
Energi kinetik untuk titik partikel seperti atom dan molekul memiliki persamaan sebagai berikut:
Ek = ½*3kT
Ek = energi kinetik untuk atom atau molekul (Joule)
k = 1.38*10-23 J / K
T = suhu gas (Kelvin)
Contoh Soal:
Sebuah benda bermassa 4 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan percepatan 3 m/s2. Berapakah usaha yang diubah menjadi energi kinetik setelah 2 sekon?
Penyelesaian:
Diketahui:
m = 4 kg
a = 3 m/s^2
v0 = 0
t = 2 s
Ditanya:
W = ... ?
Jawab:
v = v0 + a.t = 0 + (3)(2) = 6 m/s
W = ∆Ek
= Ek – Ek0 = ½mv^2 - ½mv0^2
= ½ * (4 kg) * (6 m/s)^2 - 0
= 72 J
Sumber:
1. Fisika XI. Bambang Haryadi; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
2. AstronomyOnline.org, Kinetic Energy (Physic) Formulas, (http://astronomyonline.org/Science/KineticEnergy.asp).
http://dl.dropbox.com/u/21082706/energi%20kinetik.rtf
Pengertian Besaran Vektor
2 comments
Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai (besar) dan arah. Contoh besaran vektor, antara lain, perpindahan, kecepatan, percepatan, momentum, dan gaya. Untuk menyatakan besaran vektor, harus menggunakan nilai (angka) dan disebutkan arahnya. Misalnya, Nisa berlari ke utara dengan kecepatan 5 km/jam dan Robert menggeser almari sejauh 3 meter ke barat.
1. Penulisan dan Penggambaran Vektor
Sebuah vektor dalam buku cetakan biasanya dinyatakan dalam lambang huruf besar yang dicetak tebal (bold), misal: A, B, atau R. Untuk tulisan tangan sebuah vektor dilambangkan dengan sebuah huruf kecil yang diberi tanda anak panah di atasnya. Sebuah vektor juga dapat dilambangkan dengan dua huruf dan tanda anak panah di atasnya, misalnya
. Pada penulisan nilai atau besar vektor, untuk buku cetakan biasanya menggunakan huruf besar miring (italic), seperti A, B, atau R, sedangkan tulisan tangan dinyatakan dengan sebuah huruf besar dengan anak panah di atasnya beserta tanda harga mutlak.
Sebuah vektor digambarkan dengan anak panah yang terdiri atas pangkal dan ujung. Panjang anak panah menyatakan besar vektor, sedangkan arah anak panah menyatakan arah vektor (dari pangkal ke ujung).

2. Resultan Vektor
Beberapa vektor dapat dijumlahkan menjadi sebuah vektor yang disebut resultan vektor. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, yaitu metode segitiga, metode jajargenjang, poligon, dan analitis.
Rumus mencari resultan vektor dan arahnya dengan metode analisis adalah sebagai berikut.
dan,
.
Sumber: Fisika 1 Setya Nurachmandani; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
http://blog-iptek.blogspot.com
1. Penulisan dan Penggambaran Vektor
Sebuah vektor dalam buku cetakan biasanya dinyatakan dalam lambang huruf besar yang dicetak tebal (bold), misal: A, B, atau R. Untuk tulisan tangan sebuah vektor dilambangkan dengan sebuah huruf kecil yang diberi tanda anak panah di atasnya. Sebuah vektor juga dapat dilambangkan dengan dua huruf dan tanda anak panah di atasnya, misalnya
Sebuah vektor digambarkan dengan anak panah yang terdiri atas pangkal dan ujung. Panjang anak panah menyatakan besar vektor, sedangkan arah anak panah menyatakan arah vektor (dari pangkal ke ujung).
2. Resultan Vektor
Beberapa vektor dapat dijumlahkan menjadi sebuah vektor yang disebut resultan vektor. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, yaitu metode segitiga, metode jajargenjang, poligon, dan analitis.
Rumus mencari resultan vektor dan arahnya dengan metode analisis adalah sebagai berikut.
Sumber: Fisika 1 Setya Nurachmandani; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
http://blog-iptek.blogspot.com
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)


