Search

Showing posts with label fisika. Show all posts
Showing posts with label fisika. Show all posts

Efek Doppler

Comments

Efek Doppler adalah sebuah peristiwa jika ada sebuah sumber bunyi dan  pendengar yang bergerak relative satu sama lain (menjauhi atau mendekati) maka frekuensi yang didengar oleh pendengar tidak sama dengan frekuensi yang dipancarkan oleh sumber bunyi. Efek Doppler, dinamakan mengikuti tokoh fisika, Christian Andreas Doppler.

Maka untuk menentukan seberapa besar frekuensi yang didengar oleh pendengar bisa kita cari dengan persamaan sebagai berikut :

Energi Potensial Gravitasi

6 comments

Energi potensial gravitasi adalah energi yang dimiliki oleh suatu  benda karena pengaruh tempatnya (kedudukannya). Energi potensial ini juga disebut energi diam, karena benda yang diam pun dapat memiliki energi potensial.

Sebuah benda bermassa m digantung seperti di bawah ini.

 Energi Potensial Gravitasi

Jika tiba-tiba tali penggantungnya putus, benda akan jatuh, sehingga dapat dikatakan benda melakukan usaha, karena adanya gaya berat (w) yang bekerja sejauh jarak tertentu, misalnya  h. Besarnya energi potensial benda sama dengan usaha yang sanggup dilakukan gaya beratnya selama jatuh menempuh jarak h.

Ep = w.h = m.g.h

Dengan:
  Ep = Energi potensial     (joule)
  w = berat benda     (N)
  m = massa benda     (kg)
  g = percepatan gravitasi    (m/s^2)
  h = tinggi benda   (m)

Energi potensial gravitasi tergantung  dari : percepatan gravitasi bumi dan kedudukan benda , massa benda

Sumber: Fisika 1 Endarko, dkk.; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008

Energi Kinetik

Comments

Energi kinetik merupakan energi dari suatu benda yang didasarkan pada pergerakan serta massanya. Semakin cepat benda bergerak, maka semakin besar energi kinetik yang dimilikinya. Persamaan matematis energi kinetik yang berlaku untuk menentukan tenaga gerak benda baku seperti kertas, mobil atau benda langit adalah:

Ek = ½mv^2

Ek = energi kinetik untuk benda
m = massa benda
v = kecepatan benda

Sebagai contoh, sebuah bus yang bermassa m mula-mula dalam keadaan diam, karena dipengaruhi gaya konstan F, bus bergerak dipercepat beraturan dengan kecepatan v hingga berpindah sejauh s. Hal ini menunjukkan bahwa mesin bus telah menyebabkan perubahan energi kinetik pada bus tersebut.

Energi kinetik untuk titik partikel seperti atom dan molekul memiliki persamaan sebagai berikut:

Ek = ½*3kT

Ek = energi kinetik untuk atom atau molekul (Joule)
k = 1.38*10-23 J / K
T = suhu gas (Kelvin)


Contoh Soal:

Sebuah benda bermassa 4 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan percepatan 3 m/s2. Berapakah usaha yang diubah menjadi energi kinetik setelah 2 sekon?

Penyelesaian:
Diketahui:
m = 4 kg
a = 3 m/s^2
v0 = 0
t = 2 s
Ditanya:
W = ... ?
Jawab:
v = v0 + a.t = 0 + (3)(2) = 6 m/s
W = ∆Ek
= EkEk0 = ½mv^2 - ½mv0^2
= ½ * (4 kg) * (6 m/s)^2 - 0
= 72 J

Sumber:
1. Fisika XI. Bambang Haryadi; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
2. AstronomyOnline.org, Kinetic Energy (Physic) Formulas, (http://astronomyonline.org/Science/KineticEnergy.asp).

http://dl.dropbox.com/u/21082706/energi%20kinetik.rtf

Pengertian Besaran Vektor

2 comments

Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai (besar) dan arah. Contoh besaran vektor, antara lain, perpindahan, kecepatan, percepatan, momentum, dan gaya. Untuk menyatakan besaran vektor, harus menggunakan nilai (angka) dan disebutkan arahnya. Misalnya, Nisa berlari ke utara dengan kecepatan 5 km/jam dan Robert menggeser almari sejauh 3 meter ke barat.

1. Penulisan dan Penggambaran Vektor
Sebuah vektor dalam buku cetakan biasanya dinyatakan dalam lambang huruf besar yang dicetak tebal (bold), misal: A, B, atau R. Untuk tulisan tangan sebuah vektor dilambangkan dengan sebuah huruf kecil yang diberi tanda anak panah di atasnya. Sebuah vektor juga dapat dilambangkan dengan dua huruf dan tanda anak panah di atasnya, misalnya vektor. Pada penulisan nilai atau besar vektor, untuk buku cetakan biasanya menggunakan huruf besar miring (italic), seperti A, B, atau R, sedangkan tulisan tangan dinyatakan dengan sebuah huruf besar dengan anak panah di atasnya beserta tanda harga mutlak.

Sebuah vektor digambarkan dengan anak panah yang terdiri atas pangkal dan ujung. Panjang anak panah menyatakan besar vektor, sedangkan arah anak panah menyatakan arah vektor (dari pangkal ke ujung).

vektor C dan vektor gaya F
2. Resultan Vektor
Beberapa vektor dapat dijumlahkan menjadi sebuah vektor yang disebut resultan vektor. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, yaitu metode segitiga, metode jajargenjang, poligon, dan analitis.

Rumus mencari resultan vektor dan arahnya dengan metode analisis adalah sebagai berikut.
dan, .


Sumber: Fisika 1 Setya Nurachmandani; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
http://blog-iptek.blogspot.com